Jumat, 20 Februari 2009

Rezeki, Sesuatu yang telah ditentukan

Allah telah memberikan pedoman agar manusia dapat memperoleh kelapangan dan kelancaran rezeki. Berusaha kemudian bertawakal hanya kepada-Nya merupakan dua kunci sukses bagi pribadi muslim. Patut diperhatikan bahwa ‘berusaha’ yang dimaksud bukanlah dengan melakukan berbagai tindakan yang menyelisihi syariat demi mengejar keuntungan, kesuksesan tidaklah ditempuh dengan mengorbankan diri sehingga menuruti bujuk rayu syaitan.

Rezeki hanyalah berasal dari Allah ta’ala, sebagaimana firman-Nya,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ

“Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Faathir [35]: 3)

Abu Muhammad al Baghawi rahimahullah mengemukakan bahwa pertanyaan yang diajukan Allah dalam ayat ini berfungsi untuk menetapkan bahwa tidak ada pencipta selain Allah yang mampu memberikan rezeki (Ma’alimut Tanzil 1/412). Sebagai satu-satunya Zat yang memberi rezeki, Allah telah menentukan kadar rezeki untuk setiap hamba-Nya, di antara mereka ada yang diberi kelapangan rezeki, sebagian lagi disempitkan rezekinya. Ada yang kaya, dan ada yang papa. Ada yang berlebih dan ada yang pas-pasan. Rezeki yang akan diperoleh seorang hamba di dunia ini, semenjak lahir hingga meninggal dunia telah ditetapkan dan ditentukan sebagaimana tercantum dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim bahwa Allah ta’ala telah memerintahkan malaikat-Nya untuk menetapkan empat perkara, dan diantaranya adalah kadar rezeki seseorang.

Diambil dari tulisan: Muhammad Nur Ichwan Muslim

Kamis, 19 Februari 2009

Krisis Global

Mau di PHK euy?????
Saya jadi teringat kata kata seorang colleague yang mungkin tidak lama lagi kena PHK, dimana ia adalah seorang moderator (gadungan kali yach) yang mengajak saya membikin sebuah blog di internet.... padahal dia tahu pengetahuan saya tentang internet sangat minim sekali.
Dia bilang di jaman "Global Economic Crisis" ini, kita harus mencari ide lain selain bekerja, apalagi gelombang PHK udah siap menghadang. ide bisnispun harus segera di execute tapi tetap harus di pikir masak masak.

(kalo mau masak masak di dapur aja mas....batinku)

Tapi ngomong-ngomong tentang bisnis inipun saya jadi ingat sebuah tulisan dalam kolom bisnis sebuah surat kabar yang di tulis oleh Mas J (kalo gak sah mas Jaya Setiabudi lengkapnya).
Dia menulis tentang konsep "Zero" yang di ajarkan oleh Om Bob Sadino.

Makna Zero yang digambarkan oleh si Om ini adalah sebagai lingkaran yang kosong dengan titik di tengahnya, merupakan manifestasi keimanan seutuhnya. dimana seorang hamba berpasrah tanpa prasangka sedikitpun. lupa terusannya entar saya ingat ingat dulu...

Ya kita lanjut, udah ingat sekarang.
Jadi misalnya Anda di tipu oleh seseorang, apa jadinya jika Anda masih menggunakan logika dan rasa Anda?. Anda mungkin akan mengumpat atas apa yang dia perbuat, atau mungkin frustasi karena tidak mendapat solusi. Jika Anda zero maka lebih enteng bagi anda untuk menghadapinya.
Emang bisa?? ya iya, nggak usah di pikirin. Ambil saja pelajaran positip dari situ, kemudian serahkan kepada yang di atas akan kemudahan solusi-solusinya.

Makna Zero lainnya yaitu pembebasan dari ketakutan-ketakutan kita selama ini.
Kenapa kita sukar menangkap peluang-peluang yang ada? karena kita punya ketakutan akan kerugian. Jangan-jangan..., nanti..., ya kalau..?.
Kenapa usaha kita tidak bisa kita delegasikan ke orang lain? karena kita punya ketakutan percaya dengan orang lain.

Zero bermakna keimanan yang bulat terhadap apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, keyakinan akan keajaiban dan jalan yang bahkan tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.
Bukankah banyak kejadian dalam kehidupan kita yang tidak masuk akal dan tidak pernah terduga dalam kehidupan kita.

Ada satu yang mengganjal di sini, Zero ini mengajarkan untuk tidak berharap, tapi dalam sebuah buku "SECRET" kita diajarkan untuk berharap. Jadi mana satu yang benar??
Ya mungkin dua duanya benar, hanya beda tingkatan pemikiran kita saja.


Kembali ke ajakan sang moderator, jadi kenapa saya bisa bikin blog ini dan mau di ajak nyikuti idenya mencari bisnis lain di internet ini????

ya.... karena ide atau sesuatu tidak cukup hanya dikatakan atau di bicarakan saja, tapi itu harus di lakukan. Dan mengetahui sesuatu saja tidaklah cukup, tapi kita harus menjalaninya.

kita harus berani mengambil resiko. tanpa berani mengambil resiko mungkin kita tidak akan tahu kesalahan.

pertanyaanya bukan bisakah kita melakukannya???tapi,

kapankah kita bisa melakukannya???.

Iklan lewat